Isnin, 14 Mac 2011

CINTA SEORANG IBU...


Current mood:sad



Alkisah di
sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak
satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal kerana saket.Si ibu sering kali merasa sedih memikirkan anaknya.

Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk iaitu suka mencuri, berjudi,beradu ayam dan banyak lagi.
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan.

“Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertaubat sebelum aku mati”
Namun semakin lama si anak semakin leka dengan perbuatan jahatnya,..sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya.

Suatu
hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia
tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan
dijatuhi hukuman pancung, pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa,
hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat
pada saat lonceng berdenting menandakan pukul enam pagi.
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan.

“Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”
Dengan
tertatih tatih dia menemui raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan.
Tapi keputusan sudah bulat, anaknya harus menjalani hukuman.
Dengan
hati yg hancur,si ibu kembali ke rumah. Tiada henti dia berdoa supaya
anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur kerana keletihan.

Keesokan
harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan
hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan si anak
sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang
sudah tua, dan tanpa sedar dia menangis menyesali perbuatannya.
Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan
tiba, loceng belum juga berdenting walaupun sudah lewat lima minit dan
suasana mulai bingit, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan
lonceng datang.

Dia
juga hairan kerana loceng tersebut tidak berbunyi.Dalam kebingungan,
tiba2 dari tali loceng itu mengalir darah. Darah itu dari atas tempat
di mana loceng itu diikat.
Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah.

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam loceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah.Dia memeluk bandul di dalam loceng yang menyebabkan loceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya,..kepalanya yang terbentur di dinding lonceng
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan menitiskan air mata.

Sementara si anak meraung-..raung,memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya.
Ternyata
malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan
mengikat dirinya di loceng. Memeluk besi dalam loceng untuk menghindari
hukuman pancung anaknya.

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya.
Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.
Marilah
kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih
mampu,kerana mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini
Sesuatu untuk dijadikan renungan untuk kita…
Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun...

Tiada ulasan:

Catat Ulasan